Tangandiatas
Coba Anda pikirkan mana yang lebih mudah, menerima sesuatu dari orang lain, atau memberikan sesuatu milik kita kepada orang lain ? Mungkin sebagian besar mengatakan bahwa menerima sesuatu lebih mudah dibandingkan memberi milik kita kepada orang lain. Namun ada sebuah pepatah mengatakan “tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah”. Berada di posisi “diatas” berkonotasi kepada yang lebih mulia, berkelimpahan, kaum kaya, sedangkan posisi “dibawah” berkonotasi serba kekurangan, kaum miskin.
Jadi jika kita memberi berarti posisi kita di atas, berarti kita lebih mulia dan berkelimpahan. Maka dari itu marilah kita senantiasa membiasakan diri untuk memberi. Memberi sesuatu kepada orang lain mungkin terasa berat karena berbagai alasan. Memberi sesuatu kepada orang lain bisa berupa apa saja, harta, benda, jasa, atau bahkan sekedar senyum tulus, dan sebagainya.
Mulai Dari Sesuatu Yang Kecil
Mulai sekarang mari awali hari Anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata Anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan yaitu “diberikan”.
Apakah Anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi dengan nada sumbang dan memekakkan telinga. Atau, Anda sedang berada dalam mobil ber-AC yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk pintu mobil meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat Anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian Anda. Bukankah, tak seorang pun bercita-cita menjadi pengemis. Ingat, kali ini Anda hanya sedang “berlatih” memberi, mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan Anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang Anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.
Berilah Dengan Hati Yang Tulus Ikhlas
Memberi menjadi suatu penyeimbang dalam kehidupan sosial secara moral maupun material. Bersedekah, memberi hadiah dan bantuan jasa adalah wujud dari memberi. Sukarela, tulus, ikhlas adalah sesuatu yang harus melandasi “memberi” agar dia bernilai, baik secara sosial maupun spritual. Sehingga sebagian orang menganggap percuma suatu pemberian jika tidak dilandasi dengan hati yang tulus ikhlas.
Berbuat ikhlas meskipun berat, merupakan solusi positif menghadapi kondisi bangsa yang carut marut oleh berbagai bencana, yang diakibatkan oleh campur tangan manusia sendiri. Melalui bencana ini sebenarnya kita diingatkan oleh Tuhan untuk menjadi orang yang ikhlas dalam menerima segalanya. Termasuk di dalamnya ikhlas memberi bantuan kepada korban bencana alam misalnya. Bencana pada bangsa ini telah membuka lebar bagi penduduknya untuk berlaku ikhlas.
Jadi mari kita belajar untuk memberi walau hanya sekecil apapun, namun memberi saja tidak cukup harus dilandasi rasa tulus ikhlas.
admin | Berpikir Positif, Mindset | 06 9th, 2011 | Share
Other Articles :
![]() |
Hukum Waris Pengertian Hukum Waris Hukum Waris adalah suatu hukum yang mengatur peninggalan harta seseorang yang... |
![]() |
Film Kiamat 2012 – Mari Kita Cermati dengan Bijak . Film Kiamat 2012 Mari Kita Cermati dengan Bijak Dikisahkan dalam film 2012, bangsa Maya,... |
![]() |
Mindset Bisnis Online . Mindset Bisnis Online Bisnis online adalah salah satu bisnis yang menggiurkan, karena membutuhkan... |
![]() |
Kiat Sukses Membangun Kepercayaan Diri . Kiat Sukses Membangun Kepercayaan Diri Faktor yang membedakan antara orang sukses dengan... |
![]() |
Kekuatan Pikiran Bawah Sadar . Kekuatan Pikiran Bawah Sadar Segala sesuatu yang kita lakukan merupakan cermin dari buah pikiran... |









