Mari Mewujudkan Mimpi Anda Sendiri

 Ciptakan  Mimpi Diri Anda Sendiri

Sering kita jumpai kisah seseorang yang bekerja keras dalam hidupnya untuk tujuan mencapai kesuksesan, namun pada akhirnya dia baru mengetahui bahwa selama ini dia bekerja keras hanya untuk mewujudkan mimpi orang lain.

mewujudkan-mimpi-sendiriSeorang karyawan yang bekerja melebihi waktu kerjanya sampai lembur hingga malam, bahkan  di rumahpun dia tetap menguras pikiran untuk mendapatkan ide demi kemajuan perusahaan tempat dia bekerja. Tapi apakah dia sadar bahwa mimpi siapakah yang dia perjuangkan.

Mereka bekerja sampai-sampai mengorbankan hampir seluruh waktunya, mengorbankan waktu untuk keluarga, waktu untuk anak-anaknya.  Pagi-pagi mereka harus berangkat bekerja meninggalkan anaknya yang masih lelap tidur, untuk menyelesaikan tugas kantor yang tertumpuk di meja kerjanya, pulang larut malam sampai di rumah anaknya sudah tidur.

Namun apa yang dia dapatkan ? Rasa lelah bahkan frustasi, keluarga tak terurus, gaji tidak mengalami kenaikan. Penghargaan dari perusahaan tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan terhadap perusahaan.

Ini adalah contoh supaya kita sadar bahwa kita bekerja untuk mewujudkan mimpi siapa ? Bukan maksud saya untuk memprovokasi agar Anda tidak bekerja keras di perusahaan tempat Anda bekerja.

Tidak sedikit juga kita jumpai seseorang yang dalam hidupnya mewujudkan mimpi orang tuanya. Meraka terpaksa kuliah di tempat pilihan orang tuanya, yang dia sendiri bukan merupakan pilihannya. Ayahnya seorang polisi, maka anaknya diminta menjadi polisi. Orang tuanya pegawai negeri sipil maka anaknya diharuskan agar menjadi pegawai negeri sipil pula. Kadang hingga pernikahannya pun diatur oleh orang tua, pasangannya dijodohkan oleh orang tuanya.

Sehingga hidupnya seolah-olah terjebak oleh pilihan orang tuanya. Sehingga mereka tidak menikmati profesinya, tidak mencintai pasangannya.

Kenapa hal ini bisa terjadi, apakah karena kesalahan orang tua ? jawabannya adalah tidak. Semua hal tersebut terjadi karena atas seijin kita. Meskipun kita menuruti karena dipaksa, sebenarnya  kitalah yang setuju atas paksaan tersebut. Kita sendiri yang bertanggung jawab atas segala tindakan kita.

 

Mimpi Adalah Daya Dorong Kesuksesan

Sukses adalah dimana segala keinginan, rencana hidup kita tercapai, misalnya lulus ujian, diterima bekerja pada suatu perusahaan, telah memiliki bisnis sendiri, mendapatkan relasi baru. Kesuksesan tersebut memberikan kepuasan tersendiri dan aura positif dalam diri kita, dimana kita telah membuat kemajuan nyata dalam hidup kita. Kenapa kita mampu melangkah, apa yang menjadi daya dorong kita? Itulah impian kita sendiri.

Menurut John Izzo penulis buku Temukan Lima Rahasia Sebelum Mati, disebutkan meskipun kita tidak pintar, kita selalu dapat mengatasi segala halangan dan rintangan untuk mewujudkan mimpi kita sendiri. Banyak orang yang mimpinya kian memudar bahkan sampai kehilangan mimpinya karena tidak memiliki cukup uang untuk mewujudkan mimpinya. Mereka berpikir  bahwa bermimpi itu harus memiliki uang.

 

Segera Wujudkan Mimpi Anda

Kini Anda sudah memiliki alasan untuk sukses, Anda telah memiliki mimpi Anda sendiri. Tetapi berhati-hatilah bahwa mimpi tersebut bisa memudar bahkan hilang, mengapa bisa terjadi ? ternyata di dunia ini ada yang namanya pencuri mimpi. Wah apalagi ini. Pencuri ini mampu menghilangkan mimpi Anda secara pelan-pelan seiring bertambahnya waktu. Pencuri ini bisa saja sahabat Anda, keluarga Anda. Karena mereka bisa melemahkan keyakinan Anda untuk mencapai cita-cita Anda.

Mereka sering mengkritik, meyakinkan Anda bahwa Anda tidak akan mampu mencapai cita-cita tersebut, mereka seolah-olah menjadi seorang yang ahli untuk melemahkan keyakinan Anda. Sehingga semangat yang sebelumnya bergelora lambat laun menjadi padam. Berhati-hatilah terhadap orang-orang seperti ini.

Bagaimana caranya ? hanya keyakinan yang kuat yang bisa mengalahkan sifat-sifat pencuri mimpi. Keyakinan bahwa Anda pasti akan sukses. Setelah yakin bertindaklah sekarang juga, jangan ditunda lagi, mulai sekarang, mulai dari hal-hal kecil.

Ingatlah usia kita akan terus bertambah, sehingga kesempatan untuk mewujudakan impian juga semakin berkurang. Jangan biarkan orang-orang yang Anda sayangi terlalu lama menunggu kesuksesan Anda, terlalu lama menuunggu kebahagiaan yang akan Anda berikan.

Apakah anda masih mau berdiam diri? Apakah masih mau menunda untuk mewujudkan impian anda?  Anda harus hidup dengan mimpi hingga mimpi itu berubah menjadi kenyataan di dunia ini. Segera take acton, wujudkan mimpi Anda sekarang juga.

Kenali Penyebab Kegagalan

Setiap individu tentu menginginkan kesuksesan, karena jika kita sukses maka apapun terget / keinginan kita, dapat kita capai. Seorang mahasiswa yang sukses sampai dia diwisuda, seorang pelamar pekerjaan sukses diterima dalam perusahaan, seorang karyawan sukses mendapatkan promosi jabatan, seorang marketer sukses melakukan penjualan sesuai target yang ditentukan, dan segudang kisah sukses lainnya.

kenali-penyebab-kegagalanNamun ternyata tidak sedikit juga yang mengalami kegagalan, dimana target / tujuan yang diharapkan tidak pernah tercapai. Kegagalan paling dihindari terutama bagi seorang pelaku usaha. Kegagalan merupakan mimpi buruk, yang harus dihindari. Tapi bagaimana jika kita benar-benar mengalami kegagalan, mengapa kita gagal sedangkan orang lain merayakan keberhasilannya.

Nah sebelum Anda jatuh ke dunia kegagalan, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu perilaku yang menyebabkan  kita gagal, agar sebisa mungkin kita dapat menghindarinya. Menurut Napoleon Hills, resiko kegagalan dapat ditekan jika kita mampu mengenali penyebab kegagalan tersebut.

 

Berikut Beberapa Penyebab Kegagalan

 

Goal Yang Tidak Jelas

Setiap orang harus memiliki tujuan (goal). Jika tujuan (goal) hidup Anda sudah jelas, maka Anda akan lebih mudah dan lebih fokus mempersiapkan diri menuju tujuan Anda.

Kalau tujuan hidup Anda tidak jelas, maka Anda semakin dekat dengan kegagalan. Ibarat mencari sebuah rumah, bagaimana mungkin Anda bisa mencapai tempat tersebut,  jika alamatnya saja Anda tidak tahu.

 

Takut Akan Kegagalan

Jika takut gagal, Anda tak akan mengambil risiko sebanyak yang diperlukan untuk mendapatkan tujuan Anda. Misalkan Anda tidak menerima telepon penting karena takut ditolak. Padahal dari telepon tersebut Anda bisa mendapatkan klien baru. Atau ketika Anda tak mau berhenti dari pekerjaan  yang terlihat sudah mentok tetapi juga tidak berani  membuka usaha sendiri karena Anda khawatir duluan bahwa usaha Anda tidak akan berhasil.

Banyak orang dihantui oleh perasaan takut gagal dalam mengerjakan sesuatu. Sering pula orang trauma dengan kegagalan sehingga membuat mereka gagal beneran.

Menurut Napoleon Hills dalam bukunya Think and Grow Rich, bahwa tidak ada satupun orang sukses di dunia ini yang tidak mengalami kegagalan terlebih dulu. Kita ambil contoh Thomas Alva Edison, salah satu temuannya lampu pijar, ia  gagal 999 kali membuat bola lampu sebelum akhirnya menemukan formula yang tepat.

 

Kurang Berambisi

Ambisi penting untuk menambah semangat Anda mencapai tujuan hidup. Apabila Anda kurang berambisi, jalan Anda mencapai tujuan tersendat-sendat. Karena Anda tidak punya motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan tersebut.

 

Kurang Percaya Diri

Rasa percaya diri membantu Anda mencapai tujuan. Jika Anda tidak percaya diri, Anda akan selalu ragu dalam melakukan segala hal, meskipun sesungguhnya Anda mampu. Rasa percaya diri yang tinggi akan membantu Anda menghilangkan segala hambatan untuk meraih kesuksesan.

 

Pesimis

Pesimis sama dengan kalah sebelum bertanding. Dengan kata lain, Anda menyerah sebelum berusaha dalam melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ingin Anda capai. Percaya diri merupakan kuncinya. Bila kita sendiri tidak percaya akan kemampuan diri sendiri, bagaimana orang lain bisa percaya pada kemampuan kita? Jadi, bersikaplah optimis.

 

Terlalu Banyak Pertimbangan

Banyak keberhasilan bisa diraih karena modal nekat. Kadang terlalu banyak pertimbangan dan terlalu hati-hati, malah membuat seseorang tertinggal dan gagal. Orang sudah sampai di garis finish, Anda baru berancang-ancang, akibatnya Anda tertinggal jauh.

 

Menentukan Target Terlalu Tinggi

Mempunyai target yang terlalu sulit untuk dicapai akan menambah berat beban pekerjaan yang Anda rasakan. Bila Anda gagal, rasa kecewa yang Anda alami juga akan lebih besar. Untuk mencapai posisi jabatan tertentu, diperlukan  waktu  dan proses. Bukan dengan cara yang instan.

Ibarat menaiki anak tangga, untuk sampai di lantai atas Anda harus melangkah dari anak tangga yang pertama bukan. Setelah berhasil sampai di lantai dua, persiapkan untuk melangkah ke anak tangga berikutnya untuk mencapai lantai tiga, bukan langsung ke lantai sepuluh.

 

Kebiasaan Menunda-nunda

Penyebab utama kegagalan  selanjutnya adalah suka menunda-nunda.  Ketika merencanakan tujuan dan hasil, pastikan Anda juga menentukan jangka waktu yang tepat. Tetapi Anda tak mungkin memberikan waktu satu minggu untuk pekerjaan yang seharusnya dikerjakan dalam satu bulan. Tak hanya kegagalan yang akan ditemui, hal ini juga bisa melukai Anda dan menganggap diri Anda tidak mampu. Jadi tentukan target waktu yang masuk akal.

 

Kurangnya Disiplin Peribadi

Disiplin datang melalui pengendalian diri dan ini berarti bahwa seseorang harus bisa mengendalikan hal-hal negatif dalam dirinya.  Penguasaan diri pribadi merupakan pekerjaan yang paling sulit yang akan Anda tangani. Tetapi bukan hal yang tidak mungkin, misalnya dari hal-hal sederhana seperti bangun pagi. Jika jam 4 waktunya bangun ya harus bangun, jangan bermalas-malasan. Baca buku misalnya buku motivasi sampai jam 6 baru melakukan aktivitas untuk mempersiapkan diri ke kantor.

 

Kurangnya Ketekunan

Seseorang yang  mampu mengawali sesuatu dengan baik, belum tentu  mampu menyelesaikan segala hal yang sudah dimulai tersebut. Lebih-lebih pada orang yang mudah menyerah inilah pertanda mereka adalah orang yang kalah. Ketekunan datang dari komitmen, apapun yang terjadi, selesaikan apapun yang telah Anda mulai. Ini adalah penyebab utama kegagalan yang harus anda waspadai, karena begitu Anda berhenti, saat itulah kegagalan dimulai.

 

Mudah Menyerah

Hindari sikap mudah menyerah dengan beralasan bahwa sudah menjadi nasib Anda untuk mengalami kegagalan terus menerus. Mempunyai pola pikir seperti itu dapat membuat Anda malas untuk mencoba dan merubah keadaan. Anda harus yakin bahwa Anda bisa mengubah keadaan dengan berusaha dan bekerja keras. Kesuksesan ditentukan oleh semangat, kemauan, dan kerja keras kita.

Apabila Anda ingin keadaan berubah, yang pertama harus dilakukan adalah merubah pola pikir Anda.

Kesimpulannya, kegagalan hanyalah kesuksesan yang tertunda. Oleh sebab itu jangan pernah takut dengan kegagalan. Semuanya itu harus menjadi cambuk bagi Anda untuk bekerja dan berusaha lebih baik lagi.

Nelson Mandela, Mantan Presiden Afrika Selatan dan Peraih Nobel Perdamaian mengatakan bahwa “Kemenangan paling berharga dalam hidup bukanlah tidak pernah gagal melainkan bagaimana bisa bangkit setiap kali menemui kegagalan.”

Jika anda seringkali mengalami kegagalan dalam berusaha dan merasa jauh sekali dari kesuksesan yang Anda impikan, bukan berarti Anda tidak mengalami perkembangan. Justru Anda sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri Anda. Mental Anda sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan Anda. Kenali Penyebab Anda Gagal

 

Tags:

Tiga Peran Dan Sepuluh Sifat Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah fondasi terpenting suatu organisasi. Teknik kepemimpinan adalah teknik  bagaimana seseorang dapat mempengaruhi dan menginspirasi orang lain, teknik  bagaimana membuat orang lain mau belajar dan bekerja ekstra dengan ikhlas. Banyak orang berpendapat bahwa  kemampuan memimpin berhubungan dengan bakat, tetapi sebenarnya, kepemimpinan adalah keterampilan yang perlu dilatih, bukan hanya dipelajari ilmu dan teorinya saja.

tiga peran dan sepuluh sifat kepemimpinanDi dalam sebuah organisasi, apakah perusahaan atau keluarga yang kita pimpin, selalu ada masalah tentang pemimpin, dan yang dipimpin. Tanpa adanya pemimpin dalam suatu organisasi, tentu jalannya organisasi tersebut menjadi kacau balau, dalam artian tidak ada arah tertentu.

Di sini peran pemimpin menjadi sangat penting. Ada hal-hal yang sangat mendasar yang harus dipahami oleh seorang pemimpin, ketika dia membawa organisasinya, seberapapun kecilnya organisasinya itu, untuk menuju pada arah atau tujuan yang ingin dicapainya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka sebagai pemimpin perlu memahami tiga peran sebagai seorang pemimpin, yaitu :

 

Amadangi ( Penerang ).

Seorang pemimpin harus mampu menjadi dan memberikan penerangan bagi yang dipimpinnya. Dia harus mampu berperan sebagai inspirator dan motivator. Dengan kemampuan ini, dia akan bisa membuat organisasinya bergerak tanpa harus diperintah lagi, namun tetap dalam koridor nilai-nilai yang  benar.

 

Amuladani ( Teladan, Panutan )

Seorang pemimpin akan mampu menjadi panutan karena orang-orang yang dipimpinnya memiliki rasa hormat (respect) pada dirinya sebagai pribadi. Hal ini membuat dia disegani, bukan ditakuti. Dengan demikian perilakunya menjadi acuan dan diikuti oleh orang-orang yang dipimpinnya dengan sukarela dan tulus, karena diyakini sebagai perilaku yang baik, bukan karena adanya motif  lainnya baik material ataupun agar mendapat pujian dari orang lain atau dari pemimpinnya. Untuk dapat menjadi panutan, seorang pemimpin harus memiliki nilai-nilai yang jelas yang diterima oleh orang-orang yang dipimpinnya sebagai sesuatu yang baik / benar. Kualitas yang tinggi sebagai manusia dari sang pemimpin lah yang membuat orang-orang yang berada dalam kepemimpinannya akan menjadikannya sebagi panutan, atau idolanya.

 

Angayomi ( Pelindung)

Seorang pemimpin harus mampu memberikan perlindungan kepada orang-orang yang dipimpinnya, termasuk memberikan rasa aman. Untuk itulah seorang pemimpin harus memiliki kekuatan (power) yang dapat membuatnya mampu berperan sebagai pelindung. Artinya pemimpin bukanlah seorang yang lemah yang tidak mempunyai kekuatan (walau hanya sekedar sebagai orang baik). Peran sebagai pelindung juga dapat diartikan seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang luas dan kopetensi yang dibutuhkan yang dapat membuat dirinya memberikan dan membangun rasa aman pada orang-orang yang dipimpinnya katakanlah terhadap bahaya yang akan datang. Hal ini dapat dilakukannya karena dia memiliki kemampuan antisipatif karena kompetensinya yang memberikan rasa aman dan memberikan perlindungan terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

Untuk dapat melakukan tiga peran tersebut dengan baik, setiap pemimpin dituntut memiliki sepuluh sifat kepemimpinan yang efektif / berhasil, yaitu :

 

Araja (raja)

Sifat yang membuat seorang pemimpin tidak tampil di depan, bukan pula mengekor dibelakang. Tampil di depan dalam arti mengendalikan situasi, bukan sebaliknya. Sifat sebagai raja yang baik yang membuat dirinya disegani oleh rakyatnya dan apa perintahnya akan dilaksanakan dengan baik.

 

Andaru (Berwibawa)

Sebagai  seorang pemimpin tidak boleh tampil dalam perilaku yang murahan dan tidak juga arogan. Dia tetap rendah hati tetapi tidak harus rendah diri ataupun sombong. Kata-kata yang diucapkannya dapat dijadikan pegangan. Dia tegas dalam bersikap dan tampil dengan penuh keyakinan diri.

 

Amerta (Kaya)

Sebagai seorang pemimpin dia tidak mengejar harta atau niat dan tujuannya bukan untuk mengumpulkan harta. Dia tidak memerlukan itu lagi karena dia telah kaya yang tidak harus berupa materi yang melimpah tetapi dia disebut secara mental sudah kaya. Karena dia tidak akan terkena salah satu kelemahan manusia yaitu harta. Secara materi dia berkecukupan yang memang menjadi relatif tetapi bila dia mendengarkan hati nuraninya dia akan tahu batasan berkecukupan tersebut yang membuatnya tidak menjadikan posisinya sebagai pemimpin menjadikan harta / materi sebagai salah satu tujuannya.

 

Ajaksa (Adil)

Ajaksa berarti seorang pemimpin harus memiliki sifat adil. Adil artinya melakukan sesuatu berdasarkan nilai-nilai spiritual yang diyakininya. Suatu nilai-nilai yang dilandasi kejujuran, bersih dari kepentingan pribadi apapun dan dalam mengambil suatu keputusan benar-benar didasarkan atas kajian yang objektif dengan niat baik (hati nurani). Karenanya semua tindakan ataupun keputusannya akan dapat diterima dengan baik oleh orang-orang yang dipimpinnya.

 

Alaras (Selaras)

Selaras artinya seorang pemimpin yang memiliki integritas tinggi, apa yang dipikirkannya, selaras dengan apa yang diucapkannya dan selaras juga dengan apa yang dikerjakannya. Di samping itu juga dalam bertindak dia mampu menyelaraskan dengan lingkungan / alam yang artinya tidak merusak lingkungan ataupun merusak apa yang sudah berkembang di lingkungannya.

 

Aparna (Tekun)

Sifat ini menggambarkan seorang pemimpin memiliki sifat tekun, daya juang yang tinggi, tidak mudah menyerah dan mampu berjuang untuk mempertahankan cita-cita atau gagasannya yang baik. Sifat seorang pemimpin yang memiliki belief yang kuat dan mampu menjawab pertanyaan kenapa dia melakukan apa yang dilakukannya. Seorang pemimpin bukan orang yang ikut-ikutan atau terbawa mode atau tren.

 

Apada (Pemersatu)

Seorang pemimpin yang mampu sebagai pemersatu diantara perbedaan, selalu ingin adanya kesamaan “bahasa” antara dirinya dengan orang-orang yang dipimpinnya. Dengan perkataan lain dia memiliki sifat yang membuatnya mampu membangun di atas perbedaan (building on differences) bukan dengan paksaan tetapi dengan kesadaran dari orang-orang yang dipimpinnya.

 

Apura (Pemaaf)

Seorang pemimpin selalu bisa memaafkan perbuatan orang lain yang salah, bukan seorang pendendam. Dia tidak membawa persoalan orang lain menjadi persoalan pribadi dirinya yang menimbulkan kebencian secara pribadi. Pemaaf bukan berarti sebagai orang yang dapat disepelekan, melainkan seorang yang berbudi luhur.

 

Alodran (Perkasa)

Seorang pemimpin harus tetap tegar, perkasa memilliki rasa keyakinan diri, dan mampu membangun keyakinan yang dipimpinnya dalam menghadapi segala rintangan, hambatan dan tantangan dalam mewujudkan cita-citanya.

 

Abaya (Angin)

Seorang pemimpin ibarat angin, bisa masuk ke segala lini, tidak membedakan suku, agama, ras, tidak membedakan tingkat perekonomian masyarakat, baik ekonomi lemah hingga tingkat perekonomian atas.

 

Tags: ,